Langkah Google, kata orang, memang susah diduga. Bukannya ekspansi ke Blogger, misalnya, dia malah membuat Googlepages. Bukan berarti nggak ada gunanya sih. Halaman statik masih bisa dipakai untuk nulis plakat, pasang artikel, dll, yang sifatnya berbeda dengan jurnal. Dan pendekatan editing tanpa pengetahuan HTML ini sungguh sangat berguna saat dunia IT sudah melaju beberapa langkah ke depan, dan para user dari berbagai segmen udah harus bisa bikin web yang komunikatif tanpa harus belajar useless stuff kayak HTML, PHP, SQL, dll. Cuman heran aja, apa gunanya benda ini buat Google yang tentu harus mengeluarkan resource untuk sebuah brand baru. Dan kenapa harus serba misterius dengan memberikan spacenya secara terbatas, pakai indent segala. Kenapa nggak dibikin dinamis, sekalian. Gabung sama Blogger misalnya. Apa cuman buat melawan Geocities atau Tripod — apa juga gunanya.
Kalau ada yang punya jawabannya, sila ajak aku diskusi. Sementara itu aku udah upload halaman Googlepages perdanaku, cuman buat coba-coba. kuncoro.googlepages.com. Ada fotoku di sana, nyamar jadi Wagner.
23 Mar








Posted by Amal on March 23, 2006 at 5:39 am
Ada positifnya: untuk memberantas mitos bahwa situs Web pribadi identik dengan blog. Atau: “Internet seperti sedia kala”(tm)?
Posted by ephi on March 25, 2006 at 3:27 am
Google Pages adalah proyek 20% dari pegawai Google sama halnya seperti Orkut jaman dulu. Belum pasti akan diluncurkan secara resmi seperti Orkut atau tetap di Lab. Segala keterbatasan tadi karena ya itu… masih di Lab. :P
Posted by za on March 27, 2006 at 12:57 am
Halo Mas Kun. Minta undangan googlepages dong ;) Hmm kalau orkut punya gak? Eh gak nyangka, tahunya ikut dalam agregasi planet.terasi.net ya…..
Oke deh, sukses selalu.