Paradoxes

Aku di bawah langit kelabu Cihampelas Walk, tengah malam ini. Jaket yang dari siang terik tadi kupakai akhirnya kulepas. Tak tahan panasnya.

Aku masuk ke warung kopi Starbucks yang masih juga buka. Para barrista menyambut ramah. Tapi tak setetes kopi pun bisa aku akses jam segini. Starbucks cuma menjual senyuman.

Jaringan sudah mulai digelar. Komputer sudah memasuki kawasan Ciwalk. Speedy siap ditest untuk acara pagi nanti. Tapi aku malah berinternet dengan Flexi. Iseng membunuh waktu, sampai saat testing nanti.

Aku merasa hangat di tengah sini. Dan tiba2 lampu2 dimatikan. Keyboard tak tampak lagi. Tulisan ini harus bersambung. Aku sedikit demam. Mungkin itu sebabnya dunia terasa panas, biarpun masih gelap. Dan Flexi membuat nyaman, soalnya bisa menjauh dari orang2 dan jaringan2 kabel, biar cuma sebentar.

Kelabu itu indah, di malam yang mestinya legam tanpa rona. 

One Response to this post.

  1. Posted by you know who on April 28, 2006 at 6:15 pm

    Ada yg bilang, kemampuan mengontrol alam sadar &alam bawah sadarlah yang menunjukkan seseorang itu cerdas.
    Kalo kubilang sih, pertarungan antara alam sadar &alam bawah sadarmulah yg membuatku tahu engkau cerdas.
    Selamat bertualang .. hanya saja, tolong jangan hilang.

    Reply

Respond to this post