Proyek Books4Sale di Googlepages ternyata nggak sesepi bayanganku. Tadinya aku pikir respons pertama baru datang 2-3 minggu setelah ‘launching’ :). Ternyata cukup 2 jam :) :). Sampai sekarang udah beberapa buku dipindahtangankan. Tapi bikin aku jadi lebih iseng. Buku2nya ditambah ah.
Masih ada masalah dengan buku2 berbahasa Indonesia, yang tentu tak begitu sulit dicari di Indonesia, dan dengan demikian tak menarik dipajang di web. Enaknya diapain ya. Diobral dalam bentuk paket? Atau lebih gampang disumbangin aja? Tapi, buku sumbangan biasanya malah nggak dibaca.
Hal2 yang gratis biasanya tidak dihargai. Internet gratis misalnya. Kalau ada mahasiswa kerja praktek di sini, biasanya mereka memanfaatkan Internet untuk research hanya beberapa jam. Sisanya dipakai berfriendster atau berkeliling weblog. Sampai ada yang lupa bikin laporan :). Juga air, yang di Griya Caraka harganya sangat murah, suka dipakai cuman untuk menyiram jalanan yang sedikit berdebu, atau mencuci mobil yang cuman berdebu sedikit. Juga listrik yang di Indonesia masih murah, sering digunakan untuk menghidupkan komputer yang ditinggal empunya entah ke mana. Pakai musik lagi :). Udara, yang masih gratis, dipolusi habis2an. Memang hal2 yang gratis itu sebenernya nggak mendidik :) — bikin manja dan nggak kreatif.








Posted by dian on August 24, 2006 at 6:16 am
internetku juga gratis. dipakai kok seharian, untuk surfing, belanja dan…chatting :). buku-buku bahasa indonesia kasihkan aku aja ;) biar disumbangkan ke perpustakaan uni bayreuth :)
Posted by awaloeddin devie on August 24, 2006 at 10:41 am
ada buku2 sastra nggak Om? yang bhs Indo aja. kalo ada yang dilego bolehlah. :D
Posted by david tan on November 6, 2006 at 5:17 am
Teman2, coba dipertimbangkan wacana sbb:
Kebanyakan buku setelah dibaca diapakan? diGUDANGkan. Pak Kuncoro aja rajin diiklankan di web, webnya keren pula. Gimana kalau kita bentuk satu wadah saja sehingga buku2 ini tidak usah dijualbelikan tapi disewakan dengan tarif minimal (sistim langganan flat rate bulanan juga boleh). Pemiliknya akan mendapatkan royalty yang per satuan tidak banyak tetapi jelek-jelek juga masuk kategori “passive income” (meminjam kata R. Kiyosaki). Daripada tuh buku nongkrong digudang kan mending WIN-WIN Situation. Yang minjem gak perlu rogoh kocek dalam2 untuk beli, yang minjemin D.D.D.D. (Duduk Diam Dapat Duit) dan sekaligus turut serta mencerdaskan bangsa. Gimana? Saya bersedia mengelola. Ada ide? Hubungi saya davidtanujaya@yahoo.com
Posted by Nickolas on July 10, 2007 at 8:26 am
Cool!
Posted by Hippocrates on July 10, 2007 at 9:10 am
Nice
Posted by Periklis on July 10, 2007 at 11:34 am
Cool!
Posted by Evangelos on July 10, 2007 at 11:48 am
Interesting…
Posted by Skyros on July 11, 2007 at 2:38 am
Nice!
Posted by Socrates on July 11, 2007 at 2:50 am
Sorry :(
Posted by Metrophanes on July 11, 2007 at 3:42 am
Cool.
Posted by Yanni on July 14, 2007 at 8:33 pm
Nice!