Secara Isnet, Mas Dhani pernah menulis akan menulis web tentang kosmologi. Aku sempat bilang: Jangan2 acuannya mencakup buku Alam Semesta dan Bumi, yang secara sumber aslinya dari Inggris. Dan orang Inggris terbiasa berkelahi secara serius :). Misalnya, secara buku yang ditulis lembaga yang berafiliasi pada Fred Hoyle tidak akan banyak bercerita tentang Stephen Hawking. Secara kesal, Mas Dhani mengiyakan.
Secara Inggris? Ya sih. Secara Newton dan kawan2 yang sebagian merangkap jadi musuh2nya. Secara Kelvin barangkali, yang menutup pintu debat secara progresif. Tapi itu secara aku yang menggeneralisir, jadi jangan dibilang secara valid :).
OK. Jadi secara tersesat, aku baca kisah bertemunya Peter Higgs, fisikawan dari Skotlandia, dan Stephen Hawking, kosmolog dari Inggris. Topik awalnya sih tentang hal2 menarik. Secara boson, kita tahu foton dan gluon tak memiliki massa, tetapi boson W+, W-, dan Z, yang secara mengait gaya nuklir lemah, memiliki massa. Ada simetri pada level energi tinggi yang pecah (broken) pada level energi rendah, atau kemudian secara versi lain disebut tersembunyi (hidden); dan pecahnya simetri itu mengakibatkan sebagian boson mengalami efek secara mekanisme Higgs. Ruang vakum dianggap memiliki medan Higgs, dan partikel dengan sifat tertentu menarik medan ini, yang membuatnya lebih tak leluasa bergerak — dia memiliki momentum, inersia, atau apalah — secara lain dia jadi memiliki massa. Secara bergerak, dia jadi lebih susah diam juga. Secara kuark dan lepton memperoleh pengaruh dari medan Higgs ini juga, sehingga memiliki massa. Sementara secara foton dan gluon tidak. Medan Higgs ini memiliki bentuk partikel virtual berupa boson Higgs. Tapi secara Higgs tak pernah menggunakan namanya untuk nama medan maupun boson ini, dia menamainya medan skalar saja.
Idenya menarik. Sehingga secara Standard Model, mekanisme Higgs ini turut dimasukkan. Tetapi sayangnya, hingga saat ini, tak pernah dapat dibuktikan secara eksperimen adanya boson Higgs ini. Sebelum Hawking bertemu Higgs, CERN di Geneva secara serius melakukan eksperimen dengan akselerator Large Electron Positron (LEP) untuk menemukan Partikel Higgs ini. Dan Hawking sempat secara bertaruh (ini kebiasaan buruk Hawking) meyakinkan bahwa partikel ini tak akan ditemukan di sana. Dan sampai LEP ditutup, partikel ini memang tak ditemukan di sana.
Itu latar bertemunya kedua raksasa ilmiah Britania ini. Secara berdebat mereka bertemu, dan secara tak anggun mereka berdebat. Dan secara iseng, aku mengakhiri long weekendku. Tentu, aku juga sambil menulis secara lebih serius tentang partikel2 lucu itu. Sayangnya, secara ini, belum selesai :).
Future link: kun.co.ro/category/science








Posted by DiN on December 25, 2006 at 7:06 pm
Mm… omong-omong kok saya merasa asing dgn pemakaian kata ’secara’ dalam tulisan ini ya?
Posted by rendy on December 25, 2006 at 9:28 pm
secara gitu loh…
*kabur ke starbak*
Posted by dhani on December 26, 2006 at 4:37 am
Secara saya sih, web kosmologi akhirnya tidak bisa betul2 terwujud. Secara blog iya, tapi masih berupa tulisan yang terserak-serak. Secara kosmologi, karena gak mungkin bicara kosmologi tanpa fisika, jadi bikin blog lagi yg banyak fisikanya. Tapi secara umum, web kosmologi adalah proyek gagal. Duh.
Posted by Koen on December 26, 2006 at 5:08 am
@Din: Carilah pelopornya.
@Rendy: Secara espresso, kayaknya pas.
@Dhani: Mau buat secara Wiki?
Posted by yuti on December 26, 2006 at 6:12 am
Secara bacanya jadi ngga asyik, jadinya sampai tulisan berakhir yang teringat malah secaranya doang. Secara judulnya memang secara :D
Posted by Koen on December 26, 2006 at 6:33 am
@Yuti: Secara itulah dipasangnya di nukov, bukan kun.co.ro.
Posted by rasyid on December 26, 2006 at 8:28 am
secara seh saya ngakak baca postingan ini…
secara gara2 pake kata2 secara mulu…
secara ikut2an artis neh mas koen..???
secara saya pusing neh…pake kata secara mulu padahal secara ngga nyambung ..???
pusing ga seh…!!!!
Posted by DiN on December 26, 2006 at 11:28 am
Got this article.. http://yulian.firdaus.or.id/2006/06/20/secara/
Komentar #22 bilang, “bahwa penggunaan imbuhan “secara” seperti itu menunjukkan “gap” dari pola pikir seseorang atau kesulitan seseorang untuk melakukan komunikasi.”
Haha. :)
Posted by DiN on December 26, 2006 at 11:53 am
Tapi mungkin juga yang tidak bisa mengerti penggunaan kata ’secara’ gaul di atas yg memiliki ‘gap’, he he..
Posted by Koen on December 26, 2006 at 1:45 pm
@Rasyid & Din: Secara gw seumur2 baru sekali ini pakai secara secara gini, ya udah dinikmati aja. Secara besok juga udah nggak :).
Posted by secret id on November 21, 2008 at 11:52 am
gak usah ngerusak bahasa indonesia lah woi..