“Najis !”
“Tak !”
Ya. Itu adalah bagaimana orang Gipsi dan orang Denmark saling berterima kasih. Baca senarai cara berterima kasih, baik di Wiktionary, maupun di koleksi Jennifers memang lebih dari sekedar menarik. Ucapan salam, bisa jadi cara berterima kasih: Salamat bagi orang Filipino, dan Rahmat di Asia Tengah. Versi Asia Tengah barangkali dimelayukan jadi “Kasih” — Terima kasih. Haha.
Barangkali dulu orang Gipsi memberi bangkai ayam ke orang Arab, trus orang Arab bilang “Najis” dan orang Gipsi menganggap itu ucapan terima kasih yang menarik. Atau orang Skandinavia menawari pedang Viking ke orang Melayu, trus dijawab “Takk” dan dianggap ucapan terima kasih yang patut diadopsi. Atau orang Indonesia yang terdampar diselamatkan orang Filipina, lalu berucap “Selamat” dan dianggap sebagai ucapan terima kasih yang tulus. Heh. Yang jelas, nggak mungkin orang Mongol zaman Timurlenk dulu merampok harta kafilah melayu, diteriaki “Bayar la laa,” dan dianggap ucapan terima kasih yang kemudian diadopsi.
Tapi, lebih serius dikit, kita bisa melihat misalnya bahwa orang Romania, yang hidup di Eropa Timur, masih memiliki akar bahasa yang lebih dekat ke latin, roman (duh, namanya juga Romania), daripada ke tetangganya semacam rumpun Jerman, Polandia, atau Slavia. Mereka bilang “multumesc” untuk terima kasih banyak, yang bagian depannya mengingatkan kita pada “molto grazie” orang Italia, dan belakangnya tentu mengingatkan pada “merci” orang Perancis.
Giitu !








Posted by anisizm on January 30, 2007 at 11:47 am
Pertamax!!
:-)
Posted by Koen on February 1, 2007 at 3:17 pm
Ya maaf saja. Ini bukan blog seleb. Jadi nggak ada kompetisi Pertamax :p. Paling bisa nulis gini: “Satu2nya comment!”
Posted by noeroel on February 3, 2007 at 5:56 pm
sama halnya orang gayo mengatakan “sudah” dengan “nge” dan akhirnya sudah teradopsi oleh kumpulan kata-kata dalam bahasa melayu
cth: “ngetop” yang pernah jadi selogan salah satu stsn tv swasta. “nge”–>”sudah”, sedangkan “top” bahasa ibu tempat mas koen kuliah pasca……., yang bisa berarti “puncak” atau “atas”. saat ini “nge” sudah menjadi satu sukukata yang umum.
Posted by Koen on February 12, 2007 at 4:09 pm
Ngebakso yuk!