Shame on You, Bakrie …

“Kalau kita lihat para korban [banjir Jakarta] itu masih ketawa. Jangan sampai dikondisikan seolah-olah dunia mau kiamat seperti yang televisi Anda katakan demikian,” kata Aburizal Bakrie di Jakarta di depan layar SCTV, Selasa lalu. Gemas, soal ini dipaparkan di banyak media, termasuk Blog Tempo Interaktif.

Harus kita akui, memilih menteri bukan soal gampang, termasuk buat presiden yang nyaris secara bulat diamanahi rakyat untuk menjadi presiden periode ini. Profesional yang pinter nampang dan pamer ini itu, ternyata memble waktu benar2 diangkat jadi menteri. Tahun 2006 lalu kita menontoni Menkominfo Sofyan Djalil yang suka tarik ulur dan maju mundur dalam memilih kebijakan. Kayaknya beliau mendelegasikan keputusan ke para juru bisik lagi, dan kebetulan memilih juru bisik yang salah. Tentu juga Menteri Kesehatan Siti Fadilah, yang justru bikin sakit karena kebijakannya yang dituding lebih banyak memihak pengusaha (peternak dll) daripada rakyat sebagai calon pasien. Yang ini banyak dibisiki pengusaha, kali :).

Tapi kalau Menteri Perbakriean sih :), kelihatannya bukan salah memilih juru bisik. Kelihatannya justru beliau sendiri merupakan pebisik handal dari administrasi periode ini. Sempat digusur dari Menko Perekonomian karena ada indikasi bisa bias dalam mengelola industri, kini beliau terkena cap sebagai Menko Kesra yang tidak memiliki kepekaan.

Blog Tempo Interaktif menambahkan: “Tahukah Tuan, gara-gara banjir itu 44 orang meninggal, 27.381 pengungsi sakit, dan 339 ribu warga Jakarta terpaksa mengungsi? Ini bukan sekadar statistik dari Kepolisian Jakarta dan Pemerintah Jakarta saja, Tuan. Kalaupun Anda menganggapnya sekadar angka, itu juga bukan angka yang kecil. Anak SD pun pasti tahu, Tuan.”

Presiden kayaknya harus agak cepat melakukan perombakan kabinet, sebelum Bakrie dan rekan-rekan mentransformasikan kabinet ini jadi Kabinet Jablay. Dan aku kira, dunia tidak akan kiamat buat paca calon mantan menteri. Tuh, masih pada ketawa-ketawa :).

10 Responses to this post.

  1. ketemu juga blog yg membahas omongan tu menteri
    dari kost udah pengen caci-maki tu menteri
    sori nih mas koen, komen gue ad hominem ke dia!!

    bakrie..bakrie.. kasian amat elo jadi menteri!
    u better F**K OFF!!!

    _dari anak mahasiswa Jogja yg simpati buat Jkt_

    Reply

  2. Hi, Bakrie!(tm)

    Reply

  3. bakri-bakri kasian amat nasib elo…

    Reply

  4. Lah yang dia lakukan itu udah bener kok, kan dia itu Menkokesra, menteri koordinator kesengsaraan rakyat. Muwahahaha! Loh eh pak saya ketawa loh pak…

    Reply

  5. Pak Menteri, mereka yang ketawa kali udah ga punya apa-apa, makanya mereka ketawa ngeliat yang lain yang hartanya ludes karena banjir. “asyik banjir , banyak yang miskin neh jadi gw ada temennya neh, yes..yess…hahahhaa….” gitu kira-kira
    Jadi pengin tau neh kira-kira kalo seluruh harta kekayaan Pak Menteri ludes karena banjir masih bisa ngakak ga yah….???
    Untung YZ ngga jadi Menteri Agama…
    lho apa hubungannya yah…??

    Reply

  6. Udah ah, jangan terlalu serius. Nanti aku dimomonkan pula.

    Reply

  7. momon oh momon… :D

    Reply

  8. @Koen:
    wah2..mas koen takut ya kalo nanti di somasi tu menteri :)
    ato nanti blog ini ada the spy(tm)-nya, yang ngelaporin ke tu menteri..
    don’t worry, mas!
    tapi kalo masalah kemarin (bakrie’s said) itu SERIUS (banged!) lho..

    Reply

  9. @RsP: Dengan mohon maaf kepada Momon yang asli :), dimomonkan itu arti sebenarnya bukan disomasi pejabat; tetapi dianiaya akibat perilaku oknum entah dari mana yang mencoba menjilat si pejabat, sementara si pejabatnya sendiri acuh2 aja.

    Reply

  10. [...] jangan dibesar2kan seolah mau kiamat. Nanti Toean Bakrie tak berkenan. Kasihan, kalau beliau pusing, bisnisnya tak melaju kencang [...]

    Reply

Respond to this post