Kartu seluler Mentari, IM3, dan Matrix dari Indosat dianugerahi penghargaan Top Brand Award. Begitu ditulis Detikinet. Sumber berita, seperti biasa, hanyalah press release dari Direktur Marketing sebuah perusahaan. Tentu tidak salah kalau Direktur Marketing menjalankan tugas marketing (dan marketing memang biasa mengandung sekian persen kadar penyesatan: antara 0% sampai 100%). Yang seharusnya tidak wajar adalah bahwa Detik (dan mudah2an tidak media lainnya juga) memamah press release itu menjadi berita apa adanya, tanpa cekenricek ke sumber yang semestinya tidak sulit diperoleh.
“Pak, aku dapat ranking di ujian matematika kemarin.”
“Anak pintar.” –> ortu tipe Detik
“Anak pintar. Ranking berapa?” –> ortu tipe lain
“Ranking 48 dari 48 siswa.”
Majalah Marketing telah memaparkan ranking lengkap semua produk yang dinilai oleh Frontier itu. Indosat memang memperoleh ranking. Untuk kartu prabayar, Mentari memperoleh ranking di bawah Simpati. Untuk kartu pascabayar, Matrix memperoleh ranking di bawah Kartu Halo dan Flexi Classy. Kebetulan pagi tadi aku mengcopy ranking TOP BRAND beberapa produk ke tumblelogku di kuncoro.co.uk (ISP, kartu kredit, mobile prabayar, mobile pascabayar). Mungkin, untuk marketing communications dan pendekatan ke media, Indosat memang masih yang terbaik. Selamat buat Indosat.








Posted by Budi Rahardjo on March 1, 2007 at 7:59 am
Gak boleh iri ah … :p he he he
Posted by Koen on March 1, 2007 at 8:05 am
@BR: Dulu saya pernah punya boss yang kurang paham bedanya makanan dengan keadilan :).
Posted by eks on March 2, 2007 at 4:18 am
saya setuju itu, tapi ada beberapa hal yang harus dipahami mengenai sebuah sumber berita. saya rasa detik punya kebijakan dan alasan untuk menerbitkan berita itu.
Posted by Amal on March 2, 2007 at 10:46 am
Kebiasaan banyak orang, susah untuk menghasilkan sesuatu yang cerdas..apalagi kalau terbentur kebijakan. Bukan berarti half educated kan mas Koen?