Revolusi Kebudayaan

Lalu ketua Mao yang tak sabar, ingin semuanya selesai dengan gilang gemilang, meluncurkan Lompatan Jauh Ke Depan (大跃进). Hasilnya adalah kelaparan tiga tahun, dan kematian hingga 20 juta orang. Mao surut, mendorong Liu dan Deng ke atas. Tapi tak lama. Menyadari kesurutannya benar terjadi, Mao memanfaatkan anak muda untuk memberontak. Terjadi Revolusi Kebudayaan (无产阶级文化大革命). Orang yang tak disukai disiksa sampai mati. Elit partai disuruh kerja paksa. Tentara Pembebasan Rakyat (中国人民解放军) pun bisa dilucuti oleh Pengawal Merah (红卫兵). Mao naik lagi, bersama Lin. Deng kerja di pabrik. Liu diisolasi hingga mati. Tapi Lin pun dicurigai. Dan ia harus mati. Mao bersinar. Tapi kaum muda masih aktif. Maka ia membuat gerakan baru yang memaksa intelektual (anak baru lulus sekolah = pelaku Revolusi Kebudayaan) untuk ke luar kota, bekerja di tempat terpencil, terpisah dari keluarga dan teman2. Baru hingga Mao mati, Revolusi Kebudayaan ini secara efektif hilang.

Ya, begitulah, belajar dari sejarah. Sejarah manusia.

Jadi apa kata Mao, Lin, Deng, Jian, dll, dll?

Bagilah manusia jadi dua: positif dan negatif. Manusia positif adalah manusia yang jika kau usik, kau sendiri yang rugi. Manusia negatif adalah manusia yang telanjur mengusik dirimu, dan harus kau bikin orang lain membenci mereka.

Stalin, Mao, adalah manusia paling positif. Kalau kau sampai bilang mereka negatif, kamu mati. Di sisi lain, ada manusia negatif: manusia yang sudah telanjur mengusik dirimu. Liu misalnya. Tuding dia, biarkan rakyat yang mengisolasi dan membunuhnya. Jangan ragu juga untuk suatu hari memindah yang positif jadi negatif, kalau memang tak berguna lagi bagi reputasimu.

Too obvious.

Haha, mereka pikir mereka cerdas. Tapi rakyat tahu. Rakyat cuma tak mampu bergerak di bawah todongan senjata. Rakyat tahu, tidak ada itu manusia positif dan manusia negatif. Yang ada adalah kriminal yang ingin memecah belah untuk kepentingan diri sendiri. Tapi kita sudah lihat sejarah. Mereka akhirnya mati. Mati busuk. Namanya buruk. Karena di hati mereka tidak ada ketulusan.

Duh, keasikan baca Wiki. Sekarang … bikin program kerja lagi. Weekend sih. Tapi …

5 Responses to this post.

  1. Wikipedia rentan diblokir…
    dari blog-ku
    “Pemblokiran Youtube adalah pertanda bahwa di masa depan, bisa terjadi dengan memanfaatkan isu-isu panas, pemerintah bisa berpura-pura menyenangkan rakyat tetapi sebenarnya melakukan pembodohan besar-besaran. Ini bukan masalah setuju atau tidak dengan pemblokiran YouTube, ini masalah betapa mudahnya memblokir sarana berpendapat, sarana berkumpul hanya dengan memanfaatkan isu lain yang sedang hangat-hangatnya.”

    Reply

  2. Posted by Nashia on April 5, 2008 at 1:18 pm

    Doh.. Kasian dong Om Wimar, Pak Yusril, Pak Juwono, disamain dg Mao dan Stalin.

    Reply

  3. sejarah.. jadi referensi.. berulang lagi.. jadi sejarah lagi.. jadi referensi.. berulang lagi.. jadi sejarah lagi.. (repeat until God-says-stop)

    sebenarnya.. benar2 ada ga sih, Mas, belajar dari sejarah.. untuk lebih baik lagi.. (bukan mengulangi kesalahan2 yang terpaparkan di sejarah2 itu??)

    Reply

  4. Wow mau Mao…
    belakangan ini saya rada alergi dengan (d)emokrasi,
    maka orang-orang seperti Mao atau Gus Dur bagi saya pasti lebih berguna daripada para pemimpin yang mewariskan hutang dan kesengsaraan..

    Reply

  5. Posted by aneomen on May 10, 2008 at 12:11 pm

    hi salam kenal,
    siapa yaaah namanya….

    saya mengundang…
    Persembahan World Music

    “ The Phantom Of The Traditional Opera”

    3 Juli 2008, Pkl 20.00 wib sd Selesai

    Graha Bhakti Budaya , Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat

    Sebuah pagelaran anak bangsa yang mengkolaborasikan instrument tradisional

    Indonesia dan mancanegra ( Talempong, Sitar India,Erhu, Kecapi, Saluang dan sebagainya )

    Mahagenta memberi wacana baru bagi pendengarnya bahwa alat musik tradisional Indonesia mampu memainkan karya opera yang megah dan fenomenal itu , seperti apa jadinya ? . kami tunggu kehadiranya..

    sampai jumpa di gedung pertunjukan…

    Salam Budaya…
    http://www.aneomen.wordpress.com

    Reply

Respond to this post